Pertanyaan yang paling sering masuk meja servis setelah mobil mulai kasar: "Pak, kalau isi Pertamax langsung irit dan tarikannya enteng, kan?" Jawaban jujurnya: tergantung mesinnya, dan bisa dibuktikan sendiri tanpa percaya bengkel maupun iklan.
Yang dikira: oktan tinggi sama dengan tenaga tinggi
Angka oktan (RON) mengukur ketahanan bensin terhadap detonasi, bukan kandungan energi. Mesin dengan rasio kompresi tinggi atau turbo butuh oktan tinggi agar campuran tidak terbakar sendiri sebelum waktunya. Mesin yang dirancang untuk RON lebih rendah tidak otomatis lebih bertenaga dengan oktan lebih tinggi, karena ECU tidak punya alasan memajukan pengapian lebih jauh dari pemetaan pabrik. Di SPBU Pertamina, produk bensin umum memiliki RON berbeda (Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo); cek label RON di dispenser dan syarat oktan minimum di buku manual atau tutup tangki mobil Anda, bukan di kata orang.
Yang benar-benar terjadi pada mesin tua dan berkerak
Mobil belasan tahun dengan ruang bakar berkerak karbon punya rasio kompresi efektif yang naik. Gejalanya ketukan halus "tik-tik" saat menanjak atau akselerasi dari putaran rendah. Dalam kasus seperti ini oktan lebih tinggi memang bisa menghilangkan ketukan, tetapi penyebabnya kerak, bukan bensin yang salah. Beralih ke oktan tinggi menutupi gejala; pembersihan ruang bakar atau pemeriksaan suhu mesin menangani sumbernya.
Uji tiga tangki: cara membuktikan di mobil sendiri
- Pilih satu rute rutin (misal rumah ke kantor) dengan kondisi lalu lintas mirip. Tekanan ban dan beban sama.
- Tangki 1 dan 2: isi sampai nozzle otomatis mati, reset trip, jalankan sampai tangki menipis, isi penuh lagi di SPBU dan nozzle yang sama, catat liter yang masuk dan jarak. Hitung km per liter.
- Ganti jenis BBM, ulangi dua tangki. Satu tangki saja tidak cukup karena selisih 5 sampai 10 persen bisa murni karena macet.
- Bandingkan rata-rata kedua kelompok. Selisih kecil dibanding harga per liter berarti kenaikan oktan tidak membayar dirinya sendiri di mobil itu.
Contoh cara menghitungnya, angka ilustrasi bukan hasil ukur nyata: 10 liter untuk 120 km berarti 12 km/l. Jika kelompok lain menghasilkan 12,3 km/l, selisih itu masih dalam rentang gangguan lalu lintas.
Cek dengan scan tool bila ada
Pada mobil injeksi dengan sensor ketukan, buka data langsung dan lihat nilai koreksi pengapian akibat ketukan (knock retard, derajat) saat akselerasi di gigi tinggi. Nilai yang naik pada satu jenis BBM dan nol pada lainnya menunjukkan mesin itu memang sensitif oktan. Nama parameter berbeda tiap merek; rujuk dokumen alat Anda.
Kesalahan diagnosa yang sering terjadi
- Mobil brebet setelah isi BBM murah dianggap "oktan kurang", padahal bisa busi, koil, atau air di tangki. Ketukan dan brebet adalah gejala berbeda.
- Efek tarikan lebih enteng setelah ganti ke BBM lain sering sugesti atau karena tangki baru penuh sehingga mobil lebih ringan dari bayangan, bukan perubahan daya.
- Mengganti BBM sebagai pengganti servis: filter bensin, busi, dan kerak tetap perlu dicek sesuai interval buku servis.
Kondisi lokal yang ikut menentukan
Macet berat membuat mesin sering beroperasi di beban parsial, tempat oktan tinggi nyaris tidak berpengaruh. Jalan menanjak dengan beban penuh seperti mudik adalah kondisi yang paling mudah memicu ketukan. Kualitas SPBU juga berbeda, jadi uji pada satu SPBU yang sama.
Sebelum mengubah kebiasaan isi BBM
- Baca syarat oktan di buku manual atau tutup tangki.
- Jalankan uji tiga tangki per jenis BBM dengan SPBU dan rute sama.
- Bila terdengar ketukan, periksa kerak dan sistem pendingin sebelum menaikkan oktan.
- Pantau knock retard bila scan tool tersedia.
Foto sampul: Henri Aja, SPBU Pertamina 2022, Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 4.0. Informasi produk BBM: Pertamina Patra Niaga.
